AC (Air Conditioner) bekerja dengan prinsip sirkulasi dan pertukaran panas mengambil panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar. Sistem ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
- Unit Indoor (bagian dalam ruangan)
- Unit Outdoor (bagian luar ruangan)
Keduanya saling terhubung melalui pipa tembaga, kabel listrik, dan saluran freon (refrigeran) yang berfungsi sebagai media perpindahan panas. Singkatnya, unit indoor mendinginkan udara, sedangkan unit outdoor membuang panas hasil proses tersebut ke lingkungan luar. Untuk memahami cara kerja AC secara menyeluruh, mari kita bahas fungsi masing-masing komponen di kedua unit ini.
Komponen pada Unit Indoor AC dan Fungsinya
Unit indoor adalah bagian AC yang kamu lihat di dalam ruangan biasanya menempel di dinding atau langit-langit. Di sinilah udara didinginkan sebelum disebarkan kembali ke ruangan.
Berikut adalah komponen penting pada bagian indoor AC split:
1. Evaporator Coil (Penyejuk Udara)
Evaporator merupakan komponen utama yang bertugas menyerap panas dari udara ruangan. Ketika freon (refrigeran) dalam bentuk cair masuk ke evaporator, ia menyerap panas dari udara sekitar dan berubah menjadi gas. Proses inilah yang membuat udara terasa dingin.
Hasilnya, udara yang melewati sirip evaporator akan keluar dengan suhu lebih rendah.
Tanda masalah:
Jika evaporator kotor atau tersumbat debu, udara tidak akan dingin dan bisa menyebabkan kebocoran air di unit indoor.
2. Filter Udara (Air Filter)
Filter berfungsi menyaring debu, serbuk, dan partikel kecil agar tidak masuk ke sistem pendingin. Selain menjaga udara tetap bersih, filter juga melindungi evaporator dari penumpukan kotoran.
3. Blower Fan (Kipas Sirkulasi)
Blower adalah kipas di dalam unit indoor yang berfungsi menarik udara dari ruangan, melewatkannya ke evaporator, lalu meniupkan kembali udara dingin ke ruangan. Tanpa blower, udara dingin akan terperangkap di unit AC dan ruangan tidak akan terasa sejuk. Jika blower berdebu atau rusak, kamu akan mendengar suara berisik dan hembusan udara menjadi lemah.
4. Thermistor atau Sensor Suhu
Sensor ini bertugas mendeteksi suhu ruangan dan mengirimkan data ke sistem kontrol AC untuk menyesuaikan pendinginan otomatis. Jika sensor rusak, AC bisa terlalu cepat mati atau tidak berhenti mendinginkan ruangan, karena sistem salah membaca suhu sebenarnya.
5. Drainase (Saluran Pembuangan Air)
Selama proses pendinginan, evaporator menghasilkan air dari hasil kondensasi udara lembap. Air ini dialirkan keluar melalui pipa drainase menuju bagian luar rumah. Jika pipa tersumbat, air akan menetes dari indoor unit inilah penyebab AC bocor paling umum.
6. PCB Controller (Papan Kontrol Elektronik)
Papan sirkuit utama (PCB) berfungsi mengatur semua perintah kerja AC, mulai dari kecepatan kipas, suhu, hingga mode pendinginan. PCB inilah yang menerima sinyal dari remote control dan meneruskannya ke seluruh komponen AC.
Jika terjadi gangguan pada PCB, AC bisa mati total atau tidak merespons remote.
Komponen pada Unit Outdoor AC dan Fungsinya
Unit outdoor berada di luar ruangan biasanya di balkon, dinding luar, atau atap bangunan.
Tugas utamanya adalah melepas panas yang diserap oleh unit indoor ke udara luar.
Berikut adalah komponen-komponen penting di unit outdoor:
1. Kompresor (Compressor)
Kompresor bisa disebut jantung sistem pendingin AC. Komponen ini berfungsi memompa dan menekan freon agar bisa bersirkulasi antara unit indoor dan outdoor. Freon dalam bentuk gas bertekanan rendah yang keluar dari evaporator akan ditekan oleh kompresor menjadi gas panas bertekanan tinggi, lalu dikirim ke kondensor.
Jenis kompresor:
- Rotary: Umum untuk AC rumah tangga.
- Scroll: Digunakan untuk kapasitas lebih besar.
- Inverter-type: Bekerja fleksibel menyesuaikan suhu ruangan untuk hemat energi.
Jika kompresor rusak, AC tidak akan bisa mendinginkan udara sama sekali.
2. Kondensor Coil (Pelepas Panas)
Kondensor bekerja membuang panas dari freon yang sudah dikompresi oleh kompresor. Ketika udara luar melewati sirip kondensor, freon panas berubah kembali menjadi cair dan bersiap kembali ke indoor unit untuk mendinginkan udara. Pastikan kisi-kisi kondensor tidak tertutup debu atau daun kering agar panas bisa keluar dengan lancar.
3. Kipas Outdoor (Condenser Fan)
Kipas ini berfungsi meniup udara melalui sirip kondensor agar proses pelepasan panas berjalan cepat. Tanpa kipas outdoor yang baik, suhu freon akan terlalu tinggi, membuat tekanan sistem meningkat dan AC bisa mati otomatis karena overheat.
4. Pipa Tembaga (Copper Tube)
Pipa ini menjadi jalur penghubung antara indoor dan outdoor unit. Fungsinya membawa freon dalam dua bentuk:
- Gas panas (keluar dari indoor menuju outdoor)
- Cairan dingin (masuk kembali ke indoor dari outdoor)
Ketebalan pipa tembaga sangat penting untuk menjaga tekanan dan efisiensi sistem. Pipa terlalu tipis bisa bocor, sedangkan pipa terlalu tebal menghambat sirkulasi freon.
5. Kapasitor dan Komponen Kelistrikan
Kapasitor membantu menyalakan motor kompresor dan kipas outdoor. Tanpa kapasitor yang baik, AC sulit menyala atau hanya berdengung. Selain itu, outdoor juga memiliki relay, kontaktor, dan komponen pengaman yang memastikan sistem berjalan stabil.
Cara Kerja AC: Siklus Pendinginan
Berikut gambaran sederhana bagaimana komponen indoor dan outdoor bekerja bersama:
- Udara panas dari ruangan disedot blower ke evaporator coil.
- Freon di evaporator menyerap panas udara, lalu berubah jadi gas.
- Gas freon dikirim ke kompresor di unit outdoor dan ditekan menjadi gas panas bertekanan tinggi.
- Gas panas ini masuk ke kondensor coil, di mana panasnya dilepaskan ke udara luar.
- Freon yang sudah dingin kembali ke bentuk cair, lalu dikirim lagi ke evaporator melalui pipa tembaga.
- Siklus ini berulang terus hingga suhu ruangan mencapai titik yang diatur oleh sensor.
Dengan sistem tertutup ini, AC mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk secara konstan dan efisien.
Tips Merawat Komponen Indoor dan Outdoor
- Bersihkan filter dan evaporator minimal dua minggu sekali.
- Cuci kondensor dan kipas outdoor setiap 3–6 bulan.
- Periksa tekanan freon dan pipa tembaga secara berkala.
- Hindari menutup outdoor unit agar sirkulasi udara tidak terhambat.
- Gunakan jasa teknisi profesional untuk servis rutin agar sistem tetap efisien dan bebas bocor.
Butuh AC Baru atau Servis Profesional? Pilih Erateknik
Jika kamu sedang mencari distributor AC terpercaya di Indonesia, Erateknik.com adalah jawabannya. Sebagai distributor resmi berbagai merek AC ternama, Erateknik menyediakan:
- Penjualan unit AC split, inverter, cassette, dan VRV/VRF untuk rumah maupun proyek besar.
- Layanan instalasi profesional dengan standar pabrikan.
- Servis dan perawatan rutin oleh teknisi bersertifikat.
Dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang pendingin udara, Erateknik tidak hanya menjual produk, tapi juga menghadirkan solusi tata udara lengkap dari pembelian, pemasangan, hingga perawatan. Jadi, jika kamu ingin AC yang dingin, awet, dan dipasang dengan rapi percayakan hanya pada Erateknik.com
- Kunjungi Juga : Outdoor AC Mati Hidup Sendiri? Begini Cara Perbaikannya








